Begitulah yang sering dikatakan oleh Bob Ross. Pensiunan tentara US yang menjadi pengisi acara TV 80-an "The Joy of Painting" itu aku temukan secara tidak sengaja (well, mungkin sengaja kalau kata algoritma) di Youtube. Di kanal Youtube-nya, selalu menampilkan video dengan durasi yang tidak pendek, sekitar 30-menitan atau mungkin lebih, namun anehnya aku sangat jarang untuk skip ke menit selanjutnya. Baru belakangan aku pahami: aku menikmati.
Hal yang tak terduga ternyata membuat sesuatu yang indah: dengan cara yang tepat, keberanian, dan kesadaran terhadap kuasa diri, serta daya imajinasi. Itulah yang aku pelajari setelah belasan jam melihat video-video di kanal Bob Ross.
Acapkali ketika menulis atau membuat sketsa, otakku selalu sibuk memikirkan bentuk akhir tulisan atau sketsa. Melihat kertas kosong, atau kursor yang berkedip itu memberikan tekanan tersendiri bagiku: takut untuk memulai, takut untuk menodai kertas kosong itu dengan coretan yang tidak diharapkan, takut menulis kata yang tidak sesuai meski dalam word processor di komputer bisa dihapus lagi, tapi ujung-ujungnya adalah tidak menulis secara kontinyu melainkan aktivitas mengetik dan menekan delete/backspace.
Saat ini aku mencoba melepas semua ketakutan itu. Aku memahami bahwa otakku lebih cepat berpikir daripada gerakan di tanganku, dan sebaliknya mulutku dalam berbagai situasi lebih cepat menyambar daripada kemampuan otakku berpikir.
Bob Ross dan berbagai tokoh lainnya yang aku dengar, lihat dan baca itu, mempengaruhiku secara mendalam untuk tidak takut memulai. "Kamu punya pohon, gunung, dan berbagai hal indah di kuasmu, yang perlu kamu lakukan adalah just shake it" begitulah quotes lain favoritku dari Bob Ross.
Bob Ross dan berbagai tokoh lainnya yang aku dengar, lihat dan baca itu, mempengaruhiku secara mendalam untuk tidak takut memulai. "Kamu punya pohon, gunung, dan berbagai hal indah di kuasmu, yang perlu kamu lakukan adalah just shake it" begitulah quotes lain favoritku dari Bob Ross.
Persis mengikuti ucapannya itu, aku memulai membuat sketsa di foto di atas itu dengan satu garis coretan yang entah aku sendiri pun tak tahu akan menggambar apa. Anakku yang sedari tadi mengamatiku membawa buku sketsa dan pena jelli, terus mendesak tak sabar: "Ayah mau gambar apa sih? Cepat aku mau lihat". Lalu kujawab "Ayah juga nggak tahu mau gambar apa, kira-kira gambar apa enaknya?".
Tentu jawaban dia tak jauh-jauh dari film kartun favoritnya belakangan ini: Robocar Poli, Superwing. Tayo, dll. Dan tentunya pula aku tak bisa mengakomodir hal itu.
-----
Aku seorang perokok yang cukup berat, tapi selama hampir satu jam aku menggambar sketsa, aku lupa dengan candu sialan itu. Bahkan ketika istriku bertanya apakah aku ingin membeli rokok, aku menjawabnya: sebentar. Aku mulai menikmati canduku yang baru: hidup dalam imajinasi hasil goresan tangan, ternyata otakku sangat menikmati aktivitas yang tak memerlukan bagian sok-logis-nya itu.
Goresan yang awalnya hanya garis horizontal yang haram dikatakan lurus itu, ternyata membuat lesung pipi dari wajah gunung. Tarikan dari bawah ke atas, ternyata membuat kelok sungai dan rawa. Berulang memutar pena, membuat kedalaman yang kubayangkan sebagai pepohonan. Tidak ada aturan, tidak ada pakem, yang ada hanyalah diriku dan imajinasiku, tanganku seolah tahu tentang hal itu dan tak perlu komando lagi dari otak: seperti sebuah refleks yang natural.
Apakah ini yang dirasakan oleh pelukis dan seniman itu ketika membuat karya-karya mereka? Kalau memang iya, aku ingin bergabung dan merasakan candu bernama Joy of Painting itu! Alasannya jelas, aku tak mau lagi takut menatap kertas, kanvas kosong itu. Kalau kita sedang belajar, bukankah diri kita sebagai kertas atau kanvas itu sendiri? We definitely have the power! Kita bebas dan menggerakkan diri sendiri untuk kita gambar atau tulis atau simponikan itu sesuai imaji-envisioning kita. Tak perlu khawatir, tak perlu takut, biarkan saja hasil akhir itu menjadi rahasia, perlahan kita akan mengetahuinya seiring dengan proses goresan kuas, pena dan gerak jemari kita.
"Painting serves nothing but Joy" - So was our life's journey! Jangan takut kawan, buatlah goresan itu, dan nikmatilah :)