Bayang-bayang
kehadirannya kadang tidak dihiraukan, namun ia jelas salah satu yang menandakan sesuatu itu ada : bayang - bayang. Kumpulan foto ini terinspirasi dari cerpen karya A.A. Navis : bayang - bayang. Mungkin berbeda dari Navis yang menggambarkan si tokoh dalam cerpennya itu sarat dengan dunia politis, aku mencoba menangkapnya dari sekumpulan benda entah hidup atau mati, ternyata mereka sama-sama memiliki bayang-bayang yang bisu tak bisa bercerita dengan sendirinya, namun sama halnya dengan cahaya : ia sarat konstruk. Apa namanya kalau bukan manusia yang mampu membuat sesuatu yang diam, bahkan hanya berwarna hitam itu tidak bermakna. Apakah dari cahaya kita bisa mengenali satu sama lain, mengenali benda-benda, atau karena bayang-bayang yang hanya hitam itu kita bisa mengenali lewat perbandingan, lewat latar yang menaunginya ? entahlah.
Dari jendela mobil
Naik mobil, kadang terasa membosankan. Waktu itu ketika dan akan mengunjungi kerabat di Sragen, masih dalam suasana lebaran, selama perjalanan aku duduk di bagian belakang mobil berjenis "mobil keluarga". Di dalam mobil itu penuh, semua orang mengantuk karena kekenyangan sehabis makan besar di Sragen. Aku tidka mengantuk, mau mengajak berbicara semua orang tidur, bosan sekali rasanya. Kemudian aku ambil kamera dari tas dan aku buka kaca jendela mobil. Mobil melaju cukup kencang beradu dengan jalan bergelombang dan berlubang, aku kesulitan untuk memotret. Kemudian aku atur ruang fokus lensa agar menjadi tetap setelah itu eksposure aku kunci.
Selama perjalanan, banyak hal menarik yang aku temukan. Saat itu sore hari dan cahaya matahari kuning keemasan berpadu dengan langit biru. Kombinasi yang menarik.
Langganan:
Komentar (Atom)