Bayang-bayang

kehadirannya kadang tidak dihiraukan, namun ia jelas salah satu yang menandakan sesuatu itu ada : bayang - bayang. Kumpulan foto ini terinspirasi dari cerpen karya A.A. Navis : bayang - bayang. Mungkin berbeda dari Navis yang menggambarkan si tokoh dalam cerpennya itu sarat dengan dunia politis, aku mencoba menangkapnya dari sekumpulan benda entah hidup atau mati, ternyata mereka sama-sama memiliki bayang-bayang yang bisu tak bisa bercerita dengan sendirinya, namun sama halnya dengan cahaya : ia sarat konstruk. Apa namanya kalau bukan manusia yang mampu membuat sesuatu yang diam, bahkan hanya berwarna hitam itu tidak bermakna. Apakah dari cahaya kita bisa mengenali satu sama lain, mengenali benda-benda, atau karena bayang-bayang yang hanya hitam itu kita bisa mengenali lewat perbandingan, lewat latar yang menaunginya  ? entahlah.