Kalau ke Tulungagung jangan terlewat untuk ngopi di Bolorejo, Kecamatan Kauman. Di sana ada warung kopi yang menawarkan koi khas Tulungagung, kopi ijo.
Bukan warnanya ijo setelah dibuat, tapi karena campuran dari kopi dan kacang ijo yang ditumbuk. Kenapa kacang ijo aku belum tahu alasannya, tapi yang jelas banyak yang minat dengan kopi ini. Warung kopi Mbak Tin yang aku kunjungi misalnya, dari depan jalan Bolorejo ini terlihat puluhan motor parkir. Itu pun di bulan puasa entah kalau bulan biasa.
Warung kopinya sederhana, tidak ada dekorasi atau tulisan ala-ala anak muda di kafe kekinian, hanya kursi dan bangku meja panjang dengan gorengan dan nasi bungkus.
Begitu masuk warung kopi itu, suasana yang aku dapati sangat ramah. Aku merasa masuk dalam keluarga, keluarga sesama penyuka kopi. Mereka hanya menyajikan satu cara penyajian kopi yakni dengan di tubruk, puluhan gelas berisi kopi bubuk ijo dan gula sudah di tata sedemikian rupa kalau ada yang memesan kopi tinggal dituangi air panas lalu disajikan, sudah begitu saja. Kopinya pun tidak diantar tapi diambil sendiri oleh pembeli.
Pulang dari sana aku tak lupa memesan 1kg kopi ijo bubuk seharga 65rb/kg untuk oleh-oleh.






